Forum Terbuka Dekanat

PAPARAN PIHAK DEKANAT

Satyawan Pudyatmoko, Dekan FKT UGM

Dialog antara dekanat dan mahasiswa sangat penting, sebagai salah satu cara penyelesaian perbedaan persepsi antara keduanya

  1. Tempat parkir

Tempat parkir memang membutuhkan perbaikan, namun tidak memungkinkan untuk diperluas. Selain itu juga diperlukan control bagi pembawa sepeda motor, apakah yang parkir merupakan mahasiswa Kehutanan seluruhnya, juga ketegasan bagi mahasiswa 2011, 2012, 2013 untuk tidak membawa motor. Mengenai perluasan tempat parkir, perlu ditinjau lagi akar pemasalahannya. Oleh karena itu dibutuhkan ketegasan dari petugas penjaga parkir.

 

  1. Aula dijadikan perpustakaan

Gedung B tidak didesain untuk perpustakaan, padahal perpustakaan memiliki beban yang berat per meter perseginya sehingga bisa menimbulkan resiko. Dekanat telah mendatangkan ahli teknik bangunan mengenai lokasi perpustakaan yang ada di lantai 3, dan mendapatkan rekomendasi untuk memindahkan perpustakaan. Karena itu, perpustakaan lalu dipindahkan ke lantai 1.

Jika hanya mengandalkan ruang dari Wanagama I dan …, maka ruang baca perpustakaan tidak akan mencukupi sehingga dirasa perlu mengambil ruang Aula. Untuk mengatasi ketidakadaan Aula, maka dekanat berencana untuk membuat kanopi di depan Auditorium yang menyambung hingga Gedung B, sebagai pengganti Aula. Namun wacana ini masih terbentur masalah dana dan izin dari universitas. Selain itu ada pula wacana untuk membuat shelter-shelter untuk digunakan mahasiswa.

 

  1. Peminjaman Ruang

Mekanisme peminjaman ruang perlu teliti agar tidak terjadi tabrakan izin. Batas peminjaman ruangan 3 hari sebelum hari H, dirasa sudah cukup longgar bagi proses peminjaman. Izin peminjaman bukan mempersulit, namun untuk memastikan apakah ruangan itu bisa dipakai atau tidak.

  1. Pemindahan Banner di barat Gedung Akademik

Alasan pemindahan tempat penempatan banner adalah demi kerapihan kampus. Tempat pemasangan banner yang lama dianggap kurang rapi dan menutupi jendela dari ruangan laboratorium. Dekanat berencana untuk membuat tempat pemasangan banner yang baru sehingga akan terdapat dua tempat pemasangan banner. Banner juga sebaiknya tidak dipasang di depan perpustakaan. Selain itu, perlu adanya kesepakatan internal mengenai masa tayang pemasangan banner maupun ukuran banner. Untuk masalah pemasangan banner ini, perlu adanya dialog lebih lanjut antara mahasiswa dan dekanat. Terakhir diperlukan aturan baru bagi setiap pemasangan banner untuk mendapatkan cap dari akademik dan LEM terlebih dahulu untuk menghindari banner illegal.

 

  1. Jumlah Dosen dan Mahasiswa

Jumlah dosen di FKT UGM ada 89 orang dengan dosen yang aktif sekitar 81 orang. Perbandingan dosen dengan mahasiswa sekitar 1 : 13, rasio ini dirasa ideal sesuai dengan aturan DIKTI. Menurut DIKTI, setiap dosen minimal mengajar 3 matakuliah penuh. Dengan semua indicator ini, penambahan dosen dirasa belum diperlukan. Mengenai pengangkatan dosen, hal ini tidak sepenuhnya wewenang fakultas, fakultas hanya bisa mengajukan rencana yang selanjutnya harus mendapat izin dari universitas.

Mengenai jadwal kuliah yang bentrok, alas an mengenai dosen yang kurang bukanlah yang utama, namun lebih kepada mahasiswa pendaftar kelas yang banyak. Beberapa jalan keluar yang akan dilakukan adalah memperbaiki system akademik (jadwal kuliah) dan revisi kurikulum.

 

 

 

 

 

Pak Sigit, Wadek bidang Akademik

  1. PErbandingan dosen dan mahasiswa

Fakultas kehutanan memiliki rasio dosen dan mahasiswa masih termasuk ideal, karena masih di bawah 1 : 20. Namun memang homebase masing – masing dosen pada setiap laboratorium belum merata. Dengan adanya beberapa dosen yang sudah kembali dari pendidikannya, diharapkan masalah kesenjangan dosen bisa teratasi.

  1. Bentroknya jadwal

Banyak mahasiswa tidak cermat dalam mengambil mata kuliah, dimana seringkali meloncati mata kuliah dari seharusnya. Pihak dekanat akan mengatur kembali masalah akademik ini agar bisa mengakomodir kebutuhan dari mahasiswa. Pihak dekanat sedang dalam tahap pendalaman dalam pencarian solusi masalah ini, salah satunya adalah untuk memperpanjang waktu kuliah, yang awalnya berkisar dari jam 7 pagi hingga 3 sore menjadi jam 7 pagi hingga malam hari. Kuliah malam hari ini memiliki kekurangan yaitu kurangnya tenaga pendidik. Yang kedua adalah dekanat telah menawarkan kepada setiap laboratorium untuk melakukan outsourcing dosen untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik. Solusi kedua ini ternyata belum mendapat tanggapan yang diinginkan karena masing – masing laboratorium merasa masih memiliki dosen yang cukup.

Kekurangan dosen juga mengakibatkan banyak mata kuliah yang harus diadakan diluar hari kerja, misalnya mata kuliah Fitogeografi. Namun pengadaan kuliah hari Sabtu ini dikatakan merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa.

Pak Teguh, Wadek bidang Penelitian

            Dekanat siap memfasilitasi adanya diskusi antara mahasiswa dan alumni – alumni, dengan mahasiswa sebagai OC. Diskusi ini sebagai salah satu angin segar dalam pendidikan mahasiswa selain dari mata kuliah yang ada di akademik.

 

 

 

 

 

SESI DISKUSI

  1. Azwar Najib
  1. Mahasiswa masih sulit mencari lokasi, sehingga mungkin bisa memanfaatkan pohon – pohon rindang sebagai tempat lokasi mahasiswa.
  2. Dalam mengatasi jadwal yang bentrok, bisa diadakannya jadwal abadi.

 

  1. Fauzi
  1. Revisi kurikulum diharapkan tidak merugikan mahasiswa tingkat akhir.
  2. Apakah pihak dekanat pernah memprediksi hasil IP maupun kenaikan IP dari mahasiswa yang lalu memprediksi lonjakan peminat dari mata kuliah tertentu?
  3. Mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam proses KRS karena lamanya keluar nilai akademik
  1. Dimas Aji

Rektorat telah menghapuskan beasiswa BOP dan BP, dan pihak dekanat merencanakan untuk menggelontorkan dana alumni sebagai beasiswa, namun jumlahnya tidak bisa menutupi seluruh mahasiswa yang membutuhkan. Upaya apa yang seperti apa yang ditawarkan oleh dekanat dalam menutupi kekurangan ini?

 

JAwaban

  1. Dekan

Masalah pohon sangat baik, namun kurang cocok dalam menghadapi musim hujan. Jadwal tetap merupakan salah satu hal yang diinginkan oleh pihak dekanat, namun sampai sekarang belum bisa terealisasi. Masalah lamanya keluar nilai, memang merupakan salah satu masalah yang perlu segera di atasi. Salah satu alas an terjadinya masalah ini adalah banyaknya dosen yang sibuk sehingga sulit mencari waktu mengoreksi nilai mahasiswa. Masalah beasiswa, memang dekanat mengharapkan beasiswa yang diturahkan tepat sasaran.

  1. Wadek

Dekanat telah memiliki wacana untuk membuat bangku taman sebagai ruang terbuka bagi mahasiswa. Namun wacana ini masih terbentur masalah keuangan.

Dekanat telah berdiskusi dengan kepala prodi S1 mengenai masalah jadwal abadi, dan akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan mengenai kurikulum baru. Pihak dekanat akan mengusahakan untuk menghindari adanya korban akibat perubahan kurikulum seperti yang terjadi dalam perubahan kurikulum 2010.

Sebenarnya akademik sudah bisa memprediksi mata kuliah yang akan mengalami pelonjakan peminat. Namun seringkali ada sekelompok mahasiswa yang memaksa untuk masuk ke dalam mata kuliah yang sudah penuh. Diharapkan dengan terciptanya jadwal abadi maka jalur penyelesaian pendidikan akan lebih rapi dan lancar.

Wadek sulit dalam menyikapi masalah akademik untuk menyeimbangkan keinginan mahasiswa dan dosen. Wadek telah membuat peraturan bahwa nilai mahasiswa harus dikumpulkan paling lambat 2 minggu, dan pemberian SP sebanyak dua kali. Bila dosen belum mengumpulkan nilai hingga pemberian SP kedua, makanya nilai akan dipukul rata menjadi “B”.

Jumlah beasiswa semakin lama semakin banyak. Beasiswa BOP dihapuskan karena tahun 2013 sudah tidak memakai sistem BOP yaitu digantikan dengan sistem UKT. Pihak dekanat telah mengajukan ke rektorat mengenai penggantian beasiswa BOP namun belum mendapat tanggapan yang positif. Mengenai dana dari alumni, berupa dana “jaga-jaga” atau rescue. Beasiswa lain yaitu beasiswa dari KAGAMAHUT telah diberikan kepada 10 mahasiswa. Contoh beasiswa yang masih kurang peminatnya adalah exchange student.

 

DISKUSI II

1. Nining

a. Banyak mahasiswa mengeluh mengenai jam buka perpus yang tidak jelas dan dirasa kurang panjang sehingga perlu diperlukan pengaturan lebih lanjut.

b. Ruangan secretariat bersama dirasa masih kurang optimal, hal ini menyebabkan kurangnya dukungan bagi kegiatan organisasi mahasiswa

c.  Mengenai masalah diskusi rutin dengan alumni sangat baik, namun dalam operasional ditakutkan akan terbentur dengan jadwal praktikum yang seringkali mengambil waktu di akhir pekan.

2. Gunawan

  1. Masalah secretariat bersama, dirasa perlu masih pencarian solusi dengan diadakannya dialog antara dekanat dengan seluruh lembaga yang memakai ruang secretariat bersama.
  2. Masalah lain adalah adanya embel – embel “BIDIK MISI” pada absensi mahasiswa bagi mahasiswa penerima beasiswa BIDIK MISI.

Jawaban

  1. Bila mahasiswa mendapati perpustakaan buka dan tutup sebelum waktunya maka diharapkan segera melaporkan ke kepala administrasi
  2. Mengenai acara – acara bentrok sehingga sulit mengalokasikan waktu untuk acara diskusi dengan dekanat, maka dari itu mahasiswa yang mengatur jadwal.
  3. Pihak akademik akan memperbaiki masalah absensi terkait tercantumnya status “bidik misi”.
  4.  mahasiswa bersabar dalam penggunaan sekretariatan bersama hingga adanya pembangunan ruang yang baru. Selain itu, mahasiswa sebaiknya memisahkan perlengkapan pribadi dengan perlengkapan organisasi sehingga menciptakan ruang yang optimal. Pihak dekanat belum dapat menjanjikan solusi yang cepat.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s