Liputan LKSI 2013

Capture
Latihan Kepemimpinan Sylva Indonesia (LKSI) tahun ini berlangsung pada 19-22 April 2013 di Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Tema yang diangkat adalah “Perspektif Kader Sylva Indonesia dalam Menyikapi Pembangunan Kehutanan Indonesia”. Tema tersebut dibungkus dalam berbagai kegiatan yang berangkai dari awal dimulai kegiatan hingga berakhirnya kegiatan. Pelaksanaan LKSI 2013 dihadiri oleh 16 PCSI perwakilan Foreg di seluruh Indonesia.

Hari pertama, LKSI 2013 diawali dengan kegiatan pembukaan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Secara resmi LKSI dibuka oleh Perwakilan dari Kementerian Kehutanan dengan sebelumnya dibacakan sambutan Menteri Kehutanan RI yang tidak dapat menghadiri secara langsung pembukaan LKSI 2013.

Acara kemudian dilanjutkan dengan seminar nasional yang terbagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama, seminar nasional bertemakan Solusi Mengenai Persoalan Kronis Dalam Bentuk Malpraktek Pengelolaan & Pemanfaatan Sumber Daya Hutan. Materi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat Humas Kemenhut RI.

Seminar kedua dengan tema Kontribusi Nyata Pembangunan Kehutanan menghadirkan narasumber dari PT. Finnantara yang notabene bergerak dalam pengusahaan Hutan Tanaman Industri. Kontribusi kehutanan dapat dilihat dari seberapa besar kemampuan sektor kehutanan mampu memberikan sumbangsih kepada negara secara ekonomi, sosial dan ekologi.

LKSI yang dihadiri oleh 15 PC dan 5 PC persiapan ini, pada malam harinya dilanjutkan dengan kegiatan sarasehan antara peserta, panitia dan pengurus pusat Sylva Indonesia. Sarasehan dilakukan di lokasi arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura seluas 3,2 Ha. Lokasi tersebut sangat menarik mengingat lokasi arboretum tersebut terdapat bagunan bertingkat dari kayu yang dijadikan sekretariat PC Untan dan pusat aktivitas PC Untan.

19 APRIL 2013

                Kegiatan LKSI hari kedua dilanjutkan dengan penyampaian materi-materi yang telah dipersiapkan oleh panitia. Materi pertama disampaikan oleh Wakil Walikota Pontianak yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura yaitu Bapak Paryadi, S. Hut., M.M.. Beliau lebih banyak menyampaikan pengalamannya semasa menjadi mahasiswa dan dinamika yang terjadi di PC Universitas Tanjungpura. Beliau menekankan pentingnya menanamkan jiwa kepemimpinan sejak dini dengan melakukan diskursus dan internalisasi percepatan proses kepemimpinan serta aktualisasi ide dan gagasan semenjak dini.

Materi kedua mengenai Entrepreneurship Leadership Lingkungan disampaikan oleh Bapak Gusti Hardiansyah yang merupakan dosen Fakultas Kehutanan Univesitas Tanjungpura. Materi ini menitikberatkan pada peluang dan tantangan menjadi seorang wirausahawan dengan jiwa kepemimpinan yang mumpuni agar mampu merespon tantangan pembangunan kehutanan berkelanjutan yang pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-enviroment.

Materi ketiga  yaitu tentang Advokasi Lingkungan yang disampaikan oleh Hamdani, SH., M.Hum.
(Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura). Interaksi manusia dan lingkungan hingga saat ini masih berlangsung dan masih menyisakan segudang persoalan. Pemanfaatan sumber daya alam dengan mengedepankan orientasi ekonomi dianggap sebagai salah satu faktor kerusakan alam saat ini.

Materi keempat adalah Media dan Manajemen Aksi yang disampaikan oleh Demana Huri (alumni Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura). Kelimpahan sumber daya alam di Indonesia mengarahkan manusia pada kegiatan pemanfaatan. Pemanfaatan yang bijaklah yang harus dikedepankan oleh semua pihak. Kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang bijak menuntut manusia untuk aktif menambah pengetahuan dan wawasan serta informasi yang memadahi.

20 APRIL 2012

Hari ke-tiga kegiatan LKSI 2013 berpusat di Kabupaten Landak, Kecamatan Mandor tepatnya di PT. Inhutani  II Kalimantan Barat dan Cagar Alam Mandor. Kegiatan pertama di lokasi tersebut adalah penanaman bibit meranti sejumlah peserta dan panitia di lahan bekas tegakan karet. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kegiatan pengelolaan hutan di PT. Inhutani ini sangat memprihainkan, hanya kegiatan persemaian saja yang masih berlangsung di lokasi tersebut.

Setelah meninjau lokasi persemaian, kegiatan dilanjutkan dengan fieldtrip di sekitar kawasan Cagar Alam Mandor. Fieldtrip dikemas dengan penyampaian beberapa materi di dalamnya yaitu survival, navigasi darat, pertolongan pertama, panjat-turun tebing, dan penyeberangan basah.

Fieldtrip diakhiri dengan dilakukannya evaluasi materi sepanjang fieldtrip tersebut pada lokasi bekas penambangan (ilegal) emas yang kondisi lahannya sudah mengalami degradasi dan deforestasi yang cukup kritis. Fenomena yang terjadi ini kiranya menjadi contoh kecil dari sejumlah fenomena terkait status dan pengaksesan lahan di suatu daerah di Indonesia. Menurut informasi, kegiatan penambangan terjadi pada saat Presiden Abdurrahman Wahid,     pada saat itu masyarakat merasa memiliki kewenangan semenjak diberlakukannya otonomi daerah.

Pada rute pulang fieldtrip menuju penginapan, kami sempat diperlihatkan bukti sejarah yang masih ada di daerah Mandor. Bukan sejarah kemenangan dan kejayaan, melainkan sejarah penderitaan rakyat yang pernah terjadi di Mandor. Sejarah keberingasan kolonial Jepang untuk mempertahankan masa pendudukannya di Indonesia. Di Mandor, telah terjadi pembantaian besar-besaran manusia oleh kolonial Jepang pada tahun 1942-1945. Sekitar 21 ribu masyarakat (pejuang) mandor  harus meregang nyawa melawan kolonialisme jepang, sejumlah Tokoh, Ulama, Intelektual, dan Bangsawan Mandor, Pontianak dan tanah Borneo pun turut menjadi korban keberingasan kolonialisme Jepang. Setelah menyelesaiakn serangkaian kegiatan di Mandor, kami bergegas untuk meninggalkan Mandor yang menempuh jarak dan waktu sama dengan keberangkatan, menuju Pontianak.[red]

21 APRIL 2013

Hari ke-empat kegiatan LKSI diisi dengan kegiatan bincang-bincang bersama pembina Sylva Indonesia Prof. Dr. Ir. Hariadi Kartodihadjo, MS. Diskusi dengan Pak Haryadi lebih mengarah pada potensi yang besar yang dimiliki oleh Sylva Indonesia dalam keikutsertaannya mengawal isu-isu terkait kehutanan. Menurut Pak Haryadi, Knowledge is Power. Mahasiswa kehutanan harus memiliki wawasan yang luas bukan sekedar ilmu kehutanan saja. Dalam menyelesaikan permasalahan kehutanan perlu multidisiplin ilmu.  Maka mahasiswa kehutanan harus bergaul dengan kawan-kawan di luar kehutanan guna menambah wawasannya. Dengan kata lain, mahasiswa kehutanan paling tidak mengerti ilmu lain di luar kehutanan yang dapat mendukung dalam penyelesaian permasalahan kehutanan.

Dalam perbincangan dengan Pak Haryadi, beliau menyarankan agar Sylva Indoensia dapat memperjuangkan untuk mendapatkan kamar di Dewan Kehutanan Nasional. Mengingat unsur yang ada di Dewan Kehutan Nasional belum terdapat kamar untuk mahasiswa. Langkah ini merupakan upaya dalam rangka menyuarakan suara mahasiswa di tingkat nasional. Beliau menegaskan bahwa Sylva Indonesia memiliki peluang yang besar untuk ini.

Setelah acara bincang-bincang bersama pembina Sylva Indonesia selesai, dilanjutkan dengan obrolan terkait walk plan Sylva Indonesia. Di dalam walk plan ini mendiskusikan terkait rekomendasi dari KNLBSI (Konferensi Nasional Luar Biasa Sylva Indonesia) yang kemudian dikembangkan kembali. Disamping itu, dalam diskusiwalk plan juga membahas beberapa poin yang termuat dalam renstra Sylva Indonesia 2012-2014.

22 APRIL 2013

                Tidak terkecuali pada pelaksanaan LKSI tahun ini yang juga melakukan peringatan hari bumi dengan melakukan aksi damai di sekitaran Bundaran Universitas Tanjungpura.. Aksi damai dilakukan dengan melakukan orasi kepedulian terhadap kondisi bumi, aksi kampanye lingkungan kepada warga masyarakat Pontianak pada khususnya, dan aksi bersih sampah sepanjang jalan dari Bundaran Universitas Tanjungpura hingga kantor walikota.

Selama hampir 2 jam, ditengah-tengah guyuran hujan di Pontianak tidak mematahkan semangat para peserta LKSI untuk melakukan aksi tersebut. Secara bergantian, orator menyampaikan orasinya diselingi yel-yel kepedulian terhadap bumi. Beberapa yang lain, menggunakan media kampanye seperti poster pun turut meramaikan aksi memperingati hari bumi. Walaupun aksi tersebut dilakukan di sepanjang jalan umum yang cukup padat, namun dirasa tidak terlalu mengganggu aktivitas lalu lintas pada saat itu.

Dengan diadakannya aksi tersebut, menurut salah satu peserta LKSI, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kepekaan dan kepedulian kepada masyarakat secara umum untuk selalu menjaga kondisi bumi ini dengan sebaik-baiknya dari berbagai ancaman kerusakan yang senantiasa membayanginya. (red)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s