TUNTUTAN RAKYAT INDONESIA UNTUK KTT RIO+20

TUNTUTAN RAKYAT INDONESIA UNTUK KTT RIO+20

“RUBAH ARAH PEMBANGUNAN UNTUK KESELAMATAN PENDUDUK BUMI,
EKONOMI HIJAU MEMPERBURUK KRISIS IKLIM”

Sejak Deklarasi Rio tentang Pembangunan Berkelanjutan pada 1992. Nelayan, Petani, Masyarakat adat, Buruh, Kaum Miskin Kota, Perempuan, Pemuda dan anak-anak menjadi saksi menurunnya keselamatan rakyat dan kualitas lingkungan. Ditambah dengan dampak Perubahan iklim, telah membuat pilihan-pilihan ekonomi menjadi lebih sulit. Sementara Perundingan-perundingan internasional untuk Perubahan Iklim dari waktu ke waktu tak membawa kabar menggembirakan.

Tingkat kerusakan alam telah demikian parah, sementara upaya pemulihannnya berjalan di tempat. Bumi yang terbatas ini memerlukan pembalikan arah pembangunan. Pengurus negara harus mengutamakan keselamatan rakyat dan lingkungannya di atas keuntungan korporasi. Tak hanya harus bertanggung jawab, korporasi perusak lingkungan segera menghentikan upayanya mendorong komodifikasi alam melalui slogan Ekonomi Hijau (Green Economy) di Rio +20, diantaranya melalui proyek REDD, maupun offset keragaman hayati.

Maka dari itu, rakyat Indonesia menyerukan pentingnya komitmen 192 negara pada KTT Rio+20 untuk sungguh-sungguh memikirkan nasib penghuni bumi dan menghasilkan tindakan nyata bagi pemulihan sumber-sumber kehidupan yang lebih adil dan berkualitas. Kemudian rakyat memberikan petisi dan juga tuntutan, yang berisi:

Pertama, perubahan arah pembangunan yang memastikan terjadinya pemajuan, perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia. Lewat pembalikan orientasi pembangunan berkelanjutan yang neoliberal dan terbukti gagal, bahkan menjadi pemicu krisis iklim yang kian memburuk dan mengancam keselamatan kolektif penduduk dunia. Ke arah perubahan sistem ekonomi, moda produksi dan konsumsi yang sejalan dengan batas daya dukung bumi.

Kedua, Rakyat menolak Green Economy yang dibangun dalam kerangka sistem ekonomi neoliberal, dan akan mendorong perluasan privatisasi, komodifikasi dan finansialisasi sumber daya alam yang merampas sumber-sumber kehidupan rakyat dan menghancurkan keragaman hayati dengan skema dan pertimbangan apapun, termasuk perdagangan karbon, tukar guling kawasan atau biodiversity offset yang mengemuka dalam perundingan-perundingan global. Pemerintah harus menjamin akses yang adil terhadap sumberdaya alam khususnya bagi masyarakat lokal.

Ketiga, Pengurus negara secara konsisten menjalankan Agenda 21 berdasarkan prinsip – prinsip yang tertuang dalam Deklarasi Rio, terutama keadilan gender dan pengakuan terhadap masyarakat adat, kehati-hatian dini, respon dan tanggung jawab sama tapi berbeda, “pelunasan utang ekologis” sebagai sebuah bentuk tanggungjawab atas yang telah dilakukan oleh negara-negara industri dan korporasi dan lembaga keuangan internasional terhadap negara miskin dan berkembang, serta memperkuat prinsip akses (akses terhadap informasi, akses terhadap partisipasi publik, serta akses terhadap keadilan lingkungan)

Keempat. Pemerintah tidak bekerjasama dengan perusahaan perusak lingkungan untuk pendanaan negosiasi dan pencitraan yang mengatasnamakan keberlanjutan ekosistem, pelestarian lingkungan dan pengentasan kemiskinan

Kelima. Pengurus Negeri merealisasikan komitmen pembentukan konvensi mengenai (2) Prinsip 10, (3) prinsip 20, (4) prinsip 22 dan mendorong implementasi (5) Pasal 65 ayat (2) UU No. 32 tahun 2009.

Semoga pembangunan bisa membawa kesejahteraan terhadap masyarakat, serta menjaga keberlanjutan daya dukung bumi, apabila mengintegrasikan prinsip-prinsip keadilan ekologis, keadilan sosial dan keadilan gender. Pembangunan bisa dinikmati semua pihak jika memasukkan Pilar Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s