Bincang Rektor – Mahasiswa, dan Masa Depan UGM

Bincang Rektor dan Mahasiswa 

Yogyakarta-Di tengah kesibukan yang luar biasa, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Pratikno, yang baru saja  dilantik pada tanggal 28 Mei lalu menyempatkan untuk bertemu dengan perwakilan lembaga-lembaga mahasiswa di UGM. Pertemuan ini berlangsung hari ini (18/6) di ruang multimedia, Gedung Pusat UGM.

Dalam beberapa waktu ini, rektor memang harus disibukkan dengan perkara-perkara penting menyangkut universitas. Di antaranya adalah perumusan Statuta UGM, Garis Besar Haluan Kebijakan Universitas untuk 25 tahun ke depan, Renstra 5 tahun, RKAT 2013, RKAT-P 2012, Pemilihan Wakil Rektor dan Dekan, serta Senat Akademik Universitas yang masa jabatannya selesai tahun ini.

Dalam forum yang juga dihadiri oleh 3 orang perwakilan LEM FKT dan 1 orang perwakilan DPM FKT ini, Prof Pratikno berbagi banyak hal yang akan beliau lakukan sebagai rektor dari universitas negeri tertua di Indonesia ini. Beberapa pokok yang beliau sampaikan antara lain:

-UGM harus bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya punya knowledge (pengetahuan), tetapi juga harus memiliki skill (ketrampilan) dan behaviour (tingkah laku) . Rencana konkret beliau adalah kurikulum tidak hanya terdiri dari intrakurikuler, tetapi juga ada ekstrakurikuler dan co-kurikuler. Gampangnya kegiatan-kegiatan mahasiswa yang digolongkan non-akademik dan berdampak baik bagi mahasiswa akan dihargai dengan SKS.

-Prof Pratikno juga menyampaikan bahwa inovasi UGM memang luar biasa. Panjang lebar beliau menyampaikan capaian-capaian UGM dalam berinovasi. Beliau ingin riset-riset untuk inovasi-inovasi lebih mutakhir bisa diperkuat, namun harus bisa dimanfaatkan oleh kalangan masyarakat, dunia akademis, pemerintah, bahkan industri. Tidak hanya sebatas prototipe yang ternyata belasan tahun berikutnya pun tak pernah bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

-Prof. Pratikno juga melihat adanya ketimpangan antar fakultas di UGM. Di mana beliau melihat ada fakultas “kaya raya” dan di sisi lain juga ada fakultas “dhuafa”. Beliau juga menceritakan bahwa untuk alat NMR (Nuclear Magnetic Resonance) dan SEM (Scanning Electron Microscope), yang notebene merupakan alat yang penting untuk menunjang pembelajaran dan penelitian tidak dimiliki oleh UGM.

Tidak hanya penyampaian dari Prof. Pratikno, mahasiswa pun diberikan kesempatan untuk memberikan masukan kepada rektorat. Satu per satu mahasiswa menyampaikan masukan-masukan yang penting untuk menjadi landasan bagi rektorat dalam melaksanakan roda pemerintahan di universitas. Masukan itu antara lain seputar kurikulum, pemilihan dekan, follow up PKM, adanya pertemuan rutin antara rektorat dan mahasiswa, jam malam, birokrasi yang rumit, biaya pendidkan, fasilitas kampus, KIK, GMUM (Gama Multi Usaha Mandiri), kampus educopolis, sponsor rokok masuk kampus dan masih banyak lagi. Adapun jika ada rekan-rekan yang ingin memberikan masukan kepada rektor, silakan mengirim e-mail ke pratikno@ugm.ac.id.

Besar harapan mahasiswa agar pertemuan antara mahasiswa dan rektor ini bukan yang terakhir kalinya. Bisa dikatakan ini awal yang baik untuk mengarungi masa 5 tahun ke depan kepemimpinan Prof. Pratikno.

Dilaporkan: Hairi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s