Gerakan Indonesia Berdaulat

Indonesia negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Syahdan, dalam literatur-literatur sejarah nusantara, negeri ini disebut sebagai negeri yang “gemah ripah loh jinawi –  kaya raya dan tak kurang suatu apapun.

Indonesia adalah negeri yang mempunyai kekayaan tanah, air, dan laut yang luar biasa melimpah. Masyarakatnya banyak yang hidup dalam kegiatan agraris. Di pesisir, para pelaut mengarungi laut lepas hingga pulau Madagaskar di Afrika, menyebarkan kebudayaan Melayu ke pelosok dunia. Nelayan hidup dari hasil ikan dan garam dari lautnya yang bersahabat.

Indonesia negeri yang kaya akan hutan. Di Kalimantan, hutan-hutan itu sudah lama berkawan dengan suku Dayak yang memelihara “jantung dunia” dengan arif.  Sebesar 40% hutan tropis dunia berada di Indonesia. Maka jadilah negeri ini kaya dengan vegetasi dan beragam fauna.

Indonesia negeri yang kaya air. Air mengalir dari mata air pegunungan. Sungai telah menjadi medium transportasi utama masyarakat Indonesia sejak dulu. Cabang-cabangnya memberi kehidupan pada irigasi tani. Kejernihannya mampu mencukupi dahaga penduduk sekitar.

Indonesia negeri yang kaya sumber daya mineral. Emas dan tembaga bisa ditemui di ujung timur Nusantara: Papua. Batubara diangkat dari Bumi Kalimantan. Timah ditambang dari Sumatera. Entah berapa jumlah kesemua hasil tambang yang sudah dihisap berbagai bangsa dari tanah air ini, dari masa kolonial hingga kini.

Indonesia negeri yang kaya minyak bumi. Hasil buminya menghasilkan lebih dari 300 Juta barrel minyak per harinya (data tahun 2009), menjadikan Indonesia sebagai negara dengan cadangan minyak dan gas bumi terbesar di Asia Tenggara. Ada 9,4 Miliar barrel cadangan minyak plus 196 Triliun kaki kubik cadangan gas yang tertanam di bumi Indonesia pada data tahun 2007. Ditambah berpetak-petak lagi situs minyak yang belum tereksplorasi.

Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia sudah tergambar sedemikian jelasnya. Namun, apa yang menyebabkan negara ini tak kunjung dapat menikmati hasil buminya itu?

Dengan kekayaan minyak: masyarakat terpaksa menghadapi harga BBM yang kian mahal dari tahun ke tahun.

Dengan kekayaan air: kekeringan melanda di kala kemarau, kebanjiran kota di kala musim hujan.

Dengan kekayaan hasil tambang: pemadaman listrik justru terjadi di daerah yang menghasilkan energi.

Dengan kekayaan laut: garam kita justru diimpor dari negara tetangga, menyisakan derita bagi petani garam.

Dengan kekayaan hutan: pembalakan liar menggunduli hutan-hutan di seantero negeri.

Dengan kekayaan tanah: semakin banyak lahan petani dirampas dan diubah menjadi tumpukan beton. Semakin banyak petani yang miskin atau dimiskinkan.

Realitas yang demikian terasa menghimpit hati anak negeri yang telah lama resah dengan kondisi bangsa ini. Potensi kekayaan alam yang melimpah tidak membuat rakyat sejahtera. Rakyat justru harus tergantung dengan mereka yang memiliki modal besar!

Dimana peran ‘negara’ yang seharusnya mendistribusikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia?

Penguasaan modal asing atas kekayaan alam di negeri ini tiap tahun semakin menghebat. Aturan perundang-undangan kita dibuat dengan ide utama ‘kompetisi bebas’.  Akibatnya perusahaan negara harus menjadi ‘anak tiri’ dalam mengelola kekayaan alam di negerinya sendiri. Pertambangan menjadi “rebutan” para pemilik modal yang tak peduli dengan kesejahteraan rakyat. Hasil tambang seolah menguap lari ke luar negeri. Sementara yang tersisa di dalam negara sendiri adalah kerusakan jalan, pencemaran lingkungan, royalti yang tidak sebanding dengan keuntungan, atau sumber energi yang pas-pasan.

Kedaulatan negara ini berada di titik nadir, Bung!

Kedaulatan negara telah dibajak oleh kedaulatan pasar. Akal sehat terkalahkan lewat kuasa modal. Aturan hukum tunduk untuk melegitimasi posisi pemodal besar yang mampu membayar ‘lebih’ demi kepentingan kekayaan mereka. Sementara itu, korupsi terus menghujam hingga jantung pemerintahan. Tak diragukan lagi, jika hal seperti ini kita biarkan, negeri ini bisa hancur dengan hanya menyisakan derita bagi anak cucu kita!

Sebagai mahasiswa, kami resah dengan kondisi bangsa semacam ini. Bangsa ini harus diselamatkan. Kedaulatan rakyat harus diletakkan sebesar-besarnya sebagai pijakan dari kedaulatan negara. Artinya pengelolaan sumber daya alam harus selaras dengan nafas Pasal 33 UUD 1945 yang telah dicanangkan oleh Bapak Bangsa kita: “Bumi, Air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.”

Berbekal keresahan ini, kami dengan ini mendeklarasikan sebuah gerakan yang kami namakan sebagai:Gerakan #IndonesiaBerdaulat!

  1. Gerakan #IndonesiaBerdaulat adalah gerakan Kemerdekaan. Kami ingin cita-cita kemerdekaan yang telah dicanangkan 68 tahun silam terpenuhi dengan kedaulatan rakyat sebagai manifestasi kedaulatan negara!
  2. Gerakan #IndonesiaBerdaulat adalah gerakan kemandirian. Kami menghendaki agar Indonesia dapat mandiri mengelola sumber-sumber daya alam yang dimiliki, dengan mendaulatkan sumber-sumber tersebut untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat. 
  3. Gerakan #IndonesiaBerdaulat adalah gerakan perlawanan. Kami mendeklarasikan perlawanan atas segala bentuk ketidak-adilan kapitalisme yang menindas kaum lemah; Perlawanan atas sifat korup negara yang menindas suara-suara kritis; Serta perlawanan terhadap sikap negara-negara maju yang berwatak imperial, diskriminatif, dan menafikan kedaulatan Indonesia.
  4. Gerakan #IndonesiaBerdaulat adalah gerakan non-kekerasan. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan harus secara aktif dipertahankan tanpa mengorbankan pihak-pihak yang tidak bersalah.
  5. Gerakan #IndonesiaBerdaulat adalah gerakan yang konstruktif. Gerakan ini yang menjunjung kerangka berpikir keilmuan dan  keberpihakan sosial diatas segala aksinya!

Dengan idealisme ini, kami sama-sama berharap: Bulan Mei 2012 dapat menjadi momentum untuk menemukan kembali kedaulatan Indonesia yang selama ini tercerabut dari akar kemerdekaannya.

Salam #IndonesiaBerdaulat!

Oleh : Ahmad Rizky MU dan Raushanfikr M.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s