Opini : Wamen ESDM dan solusinya untuk BBM

Solusi dari Wamen ESDM tentang BBM

Penghematan yang serius dapat dilakukan dengan penghematan subsidi harga BBM di mana subsidi lebih diutamakan untuk yang membutuhkan. Penghematan pemakaian energi baik dengan teknologi maupun penggunaan transportasi umum, bisa dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

Pertama, perlu peraturan bahwa Pertamax wajib untuk mobil pribadi 1.500 cc ke atas.

Kedua, perlu peraturan bahwa Premix wajib untuk mobil pribadi dibawah 1500 cc. Premix adalah campuran 50% Premium dan 50% Pertamax dengan harga rata-rata di antara kedua bahan bakar itu. Cara lain adalah mobil pribadi di bawah 1.500 cc harus membeli Pertamax dulu sebelum membeli Premium dalam jumlah yang sama di SPBU.

Ketiga, perlu peraturan bahwa Premium hanya untuk angkutan umum dan sepeda motor.

Keempat, penghematan untuk bensin sampai di atas 30 persen dengan alat bernama HHO. Alat seharga Rp800 ribu ini ditemukan oleh Prof. Djoko Sungkono dari ITS.

Kelima, penghematan untuk diesel dengan larutan Penghemat BBM SF Turbo 1 ditemukan oleh Pak Faisal dari Palembang. Ini bagus untuk transportasi umum dan truk, termasuk truk batubara.

Keenam, penggunaan tabung LPG 3 kg untuk nelayan melaut perlu disebar luaskan.

Ketujuh, transportasi umum mobil ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya supaya masyarakat mau pindah dari menggunakan kendaraan pribadi pada hari-hari kerja ke transportasi umum dan hanya menggunakan pada akhir pekan. Busway di Jakarta memerlukan armada yang jauh lebih banyak.

Kedelapan, pemakaian kereta api ditingkatkan kuantitas maupun kualitasnya, baik untuk dalam kota maupun antar kota termasuk untuk angkutan barang dan batubara.

Kesembilan, Medco memberi converter kit untuk CNG (Compressed Natural Gas) yang harga keekonomiannya Rp4.100 per liter (kalau disubsidi Rp1.000 maka harganya Rp3.100) untuk stafnya, dan menyediakan bus kantor untuk pegawainya. Kalau kebanyakan perusahaan berperilaku seperti Medco, maka Jakarta tidak macet. Daerah luar Jawa penghasil Migas bisa beralih ke BBG lebih cepat.

Kesepuluh, perlunya penghematan pemakaian listrik dengan memakai lampu dan peralatan hemat energi dan mematikannya apabila tidak diperlukan.

Kesebelas, Kamis 5 April 2012 Wakil Menteri Perhubungan dan penulis mengunjungi SPBG di Surabaya. Pak Marsaid, Technic & Operation Director CNG pemilik SPBG (Mother Station) menjelaskan bahwa SPBU dapat digunakan untuk Daughter Station BBG dengan mengijinkannya menjual BBG. Untuk itu hanya dibutuhkan lahan 3m x 6m buat menaruh trailer dan dispenser. Keuntungan dibagi antara Mother (Ibu) dan Daughter (Putri) Stations.

Pak Marsaid juga menganjurkan Subsidi Rp 1000 per LSP (liter setara premium) untuk CNG supaya harga jualnya masih menarik walaupun harga BBM subsidi Rp4.500. Subsidi gas Rp1.000 jauh lebih menghemat dari subsidi BBM Rp5.000 (harga Premium tanpa subsidi Rp9.500).

LNG dari luar Jawa dapat diterima oleh trailer-trailer LNG (tanpa diregasifikasi menjadi CNG) di pelabuhan. Mengangkut LNG (cair) ke konsumen membutuhkan ruangan lebih sedikit dari mengangkut CNG. Juga dianjurkan menggunakan LNG untuk truk maupun transportasi umum jarak jauh di Jawa, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Mohon diingat bahwa pengalihan minyak tanah ke LPG di masa lalu menghemat lebih dari Rp50 triliun per tahun. Saat ini tidak ada yang mau menggunakan minyak tanah untuk memasak apabila ada LPG.

Keduabelas, memaksimalkan pemanfaatan batubara, panasbumi, air, bioenergi untuk listrik dengan diatasi kendala-kendalanya. Harap diingat bahwa biaya listrik dari batubara, panasbumi dan air hanya seperempat biaya listrik dari BBM.

Ketigabelas, 11 Maret 2012 Wakil Menteri Pertanian dan penulis mengunjungi Pesantren Sunan Drajat di Lamongan dan melihat pengembangan Kemiri Sunan di sana. Kemiri Sunan ini di samping baik untuk penghijauan sehingga mencegah banjir dan tanah longsor juga buahnya bisa dibuat biodiesel. Pesantren mempunyai jaringan di seluruh Indonesia dan menurut informasi jumlahnya sekitar 20.000 di Indonesia. Memaksimalkan pemanfaatan kemiri sunan untuk reklamasi tambang, penghijauan dan energi (biodiesel).

Keempatbelas, memaksimalkan pemanfaatan energi surya, angin, arus laut, mikro hidro untuk daerah-daerah terpencil terutama Indonesia Bagian Timur.

Kelimabelas, akan lebih banyak uang yang dihemat apabila kita bisa meminimalkan korupsi, kolusi, dan nepotisme, mengoptimalkan penerimaan pemerintah dan mengefisienkan pengeluaran pemerintah.

Kesimpulan

Dulu, waktu harga BBM Rp6.000 per liter sudah banyak yang berpindah ke busway dan transportasi umum. Begitu harga BBM Rp4.500 per liter maka orang kembali naik kendaraan pribadi lagi. Orang tidak menghemat energi tetapi menghemat uang.

Program konversi minyak tanah ke BBG berhasil karena subsidi minyak tanah dihilangkan. Program jarak pagar dan konversi premium ke BBG belum berhasil karena premium harganya Rp4.500 per liter (disubsidi).

Kalau seseorang menyikapi kenaikan harga BBM dengan arif maka pengeluarannya justru berkurang. Di hari-hari kerja dia menggunakan transportasi umum dan hanya menggunakan mobil pribadi di akhir pekan untuk silaturahmi. Pengguna transportasi umum adalah patriot karena menghemat uang negara, menghemat energi dan polusi.

Penghematan pemakaian premium di atas 30 persen dengan memakai HHO seperti dengan alat seharga Rp800 ribu yang disediakan Prof. Djoko Sungkono dari ITS perlu dan cara penghematan energi lain dan budaya hemat energi perlu digalakkan. Penggunaan tabung LPG 3 kg untuk nelayan melaut perlu disebar luaskan.

Naiknya harga BBM justru akan menyebabkan energi lain, yaitu batubara, gas, panasbumi, air, bioenergi, dan energi baru (misalnya coal bed metane dan shale gas) dan terbarukan lainnya banyak dibutuhkan dan diproduksikan yang akan memberikan lapangan kerja, penghasilan dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya daerah-daerah terutama di luar Jawa.

Ketergantungan yang berlebihan terhadap minyak dan luar negeri adalah ketidakmandirian. Tidak menggunakan energi yang kita miliki secara optimal adalah tidak bijaksana. Mengkonsumsi energi yang mahal tetapi tidak mengkonsumsi energi murah yang kita miliki adalah kebodohan.

Cara meminimalkan subsidi BBM untuk transportasi dan listrik adalah dengan sesedikit mungkin memakai BBM. Dengan demikian, kita mempunyai dana lebih banyak untuk membuat Indonesia lebih cepat menjadi negara terpandang di dunia. Dengan mengurangi ketergantungan kepada BBM maka Insya Allah Indonesia menjadi lebih baik.

Prof. Widjajono Partowidagdo (pendapat pribadi), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s