Pilrek-mu dan Pilrek-ku

Pilrek-mu dan Pilrek-ku

Agenda Pemilihan Rektor  (Pilrek) UGM 2012 terus bergulir dan tinggal 1 langkah lagi, yaitu pemilihan rektor oleh MWA. Sampai saat ini sudah ada 3 calon rektor yang masih bertahan dan akan mengikuti tahap selanjutnya. Calon-calon tersebut antara lain Prof. Pratikno (Dekan FISIPOL UGM), Prof. Marsudi Triatmodjo (Dekan FH UGM) dan Prof. Danang Parikesit (Ketua LPPM UGM).

Pelaksanaan Pilrek UGM 2012 banyak dihujani kritik. Kritik dilayangkan dari berbagai kalangan terutama karena adanya pembatasan umur bagi bakal calon yang akan mendaftar, yang dinilai menghalangi beberapa calon yang juga ingin maju menjadi rektor. Beberapa kalangan mahasiswa pun sudah ada yang turun ke jalan untuk menuntut agar Pilrek tidak dikotori permainan-permainan politik. Namun sepertinya Panitia Ad Hoc penyelenggaraan Pilrek tetap terus menjalankan tugasnya tanpa terbebani oleh tuntutan-tuntutan itu.

Mengapa isu Pilrek menjadi hal yang begitu penting? Rektor sebagai pemimpin struktural pemerintahan di universitas yang nantinya akan sangat berpengaruh pada kebijakan-kebijakan yang ada di kampus, entah kebijakan itu pro terhadap mahasiswa atau merugikan mahasiswa. Mahasiswa, sebagai “penghuni” kampus yang jumlahnya paling banyak, menginginkan rektor yang pro mahasiswa dan bukan justru menjadi musuh mahasiswa, terkhusus juga mahasiswa Fakultas Kehutanan.

Jika berlandaskan pada peraturan-peraturan yang diterapkan di dalam Pilrek, mahasiswa memang tidak bisa memilih secara langsung siapa yang akan menjadi rektornya. Tahap-tahap pemilihan rektor dimulai dari pendaftaran bakal calon, seleksi administrasi, pemilihan 5 besar yang nantinya akan dilanjutkan dengan pemilihan 3 besar calon rektor oleh rapat pleno gabungan Majelis Guru Besar (MGB) dan Senat Akademik (SA), pemilihan dan penetapan akan diserahkan kepada Majelis Wali Amanah (MWA). Sampai saat ini, tahap Pilrek sudah sampai pada 3 calon yang memiliki suara terbanyak. Pemilihan berikutnya akan diserahkan kepada MWA. Namun bukan berarti mahasiswa akan lepas tangan begitu saja. Harus ada pengawalan terhadap tahap pra maupun pasca Pilrek.

Konsolidasi yang dilakukan mahasiswa melahirkan 8 Cita Gadjah Mada, yaitu transparansi,optimalisasi pendidikan karakter, good University governance, public hearing rutin, evaluasi kurikulum, reformasi birokrasi, pemerataan kuota mahasiswa dari seluruh penjuru tanah air, tinjauan ulang terhadap SPMA. Tuntutan-tuntutan ini lah yang nantinya akan menjadi kontrak politik dengan Rektor terpilih dan sebelumnya sudah disampaikan dalam aksi damai beberapa waktu yang lalu. Mahasiswa tidak menuntut nama salah seorang calon, melainkan siapa pun rektor yang terpilih harus bisa memenuhi tuntutan tersebut!

Tidak hanya sampai pada konsolidasi dan aksi damai, BEM KM, BEM/LM/LEM/DEMA se-UGM, dan HMP juga akan mengadakan acara DEBAT TERBUKA CALON REKTOR, pada hari Rabu, tanggal 21 Maret 2012 pukul 8.00-selesai di Gedung Purna Budaya. Tanpa lupa dengan urusan-urusan di Fakultas dan isu-isu kehutanan, Rimbawan juga harus peduli dengan Pilrek UGM dan suarakan aspirasi untuk almamater terciinta!

Salam Rimba

Tim Propaganda Pilrek UGM 2012 – LEM FKT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s