RisBang : Suara Mahasiswa terkait kebijakan KRS di FKT UGM

Kebijakan Akademik 2011/2012 Terkait KRS di FKT UGM

MedInfo – Departemen Riset dan Pegembangan (Risbang) LEM FKT UGM mengadakan riset terkait kebijakan akademik terhadap sistem KRS (Kartu Rencana Studi) dan akses informasi yang diberlakukan di Fakultas Kehutanan. Ada empat tujuan yang diusung dalam riset ini, yaitu untuk mengetahui pendapat mahasiswa terka sistem pengisian KRS yang berlaku di tahun Hal pada tahun akademik 2011/2012, mengetahui pendapat mahasiswa terkait sistem pengisian KRS remidi online, mengetahui aksesibilitas informasi akademik bagi mahasiswa, serta mencari solusi bagi berbagai masalah.

Dalam riset ini, sample yang diambil bersifat acak pada mahasiswa angkatan tahun 2008-2011 berjumlah 84 orang yang tersebar merata dalam empat minat di Fakultas Kehutanan. Secara umum, setiap angkatan memiliki pendapat yang berbeda.

Angkatan 2008 menyatakan perlu adanya perubahan pada sistem KRS sebanyak 50%, sedangkan 48% menyatakan tidak perlu dan 2% tidak memberikan pendapatnya. Sedangkan mahasiswa angkaktan 2009, sebanyak 55% menyetujui perlunya perbaikan KRS, 40% menyatakan tidak perlu, dan 5% tidak menjawab pertanyaan. Berbeda halnya dengan dua angkatan berikutnya. Sebanyak 59% dari angkatan menyatakan tidak perlu adanya perbaikan KRS dan sisanya sebesar 41% menyatakan perlu perbaikan KRS. Sedangkan pada angkatan 2011, hanya 38% yang menyatakan perlu adanya perbaikan KRS sementara sisanya 62% tidak perlu perbaikan KRS.

Ketika keseluruhan hasil riset digabungkan, maka didapatkan data bahwa sebagian besar mahasiswa FKT UGM merasa tidak perlu adanya perbaikan sistem KRS yaitu 53%, 45% merasa perlu, dan 2% tidak menjawab. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa dari tahun ke tahun, tingkat kepuasan dan kenyamanan mahasiswa terhadap sistem pengisian KRS semakin bertambah. Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa nasih terdapat beberapa kendala dalam sistem double KRS ini, baik online maupun manual.

Pada pengisian KRS manual, sering ditemui kendala-kendala seperti proses pengisian yanag memakan waktu yang lama, birokrasi yang sulit, pemborosan kertas, kebingungan mahasiswa dalam menulis, sulitnya menemui dosen, hingga dosen yang enggan memberi tanda tangan. Sedangkan secara online, kendala yang sering ditemui seperti terjadinya perebutan dosen atau kelas, terjdadinya perubahan kelas yang sudah dipilih, kebingungan mahasiswa ketika menentukan beban sks akibat nilai mata kuliah yang tidak segera keluar, hingga portal akademik yang sering mengalami galat.

Kebijakan KRS Remidi On line

Berbeda halnya dengan sistem pengisian KRS remidi online. Dari seluruh responden, diketahui bahwa 79% pernah mengikuti remidi, sedangkan 20% tidak pernah dan 1% tidak menjawab. Pada kebijakan ini, 51% responden menyetujui pengisian KRS remidi secara online, 45% tidak setuju, dan 4% tidak menjawab. Ada 26% responden yang menyatakan kesulitan dalam memperoleh informasi akademik secara online, dan 74% dapat memperoleh informasi dengan mudah. Sedangkan 82% responden menyatakan setuju jika informasi akademik diberikan melalui jejaring sosial.

Meskipun lebih banyak responden yang telah setuju terhadap pemberlakuan sistem di fakultas, masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Beberapa kendala dalam pengisian KRS banyak ditemui baik pengisian KRS secara manual maupun secara online. Secara manual, mulai dari dosen yang sulit ditemui, dosen enggan memberi tanda tangan, terjadi pemborosa kertas, proses pengisian yang memakan waktu lama, birokrasi yang sulit, dan kebingungan dalam menulis kode mata kuliah yang telah dipilih.

Adapun beberapa solusi praktis dapat diterapkan oleh akademik, dekanat, dosen, dan mahasiswa sendiri yaitu: untuk akademik, diharapkan untuk lebih gencar lagi dalam meng-update informasi. Untuk dekanat mahasiswa mengharapkan agar diadakan diskusi terbuka dan peninjauan kembali. Untuk dosen, diharapkan untuk mempermudah birokrasi seperti KRS online terlebih dahulu baru manual. Sedangkan mahasiswa sendiri, seharusnnya juga lebih proaktif dalam mencari informasi.(ay)

Masih efektif kah KRS manual dibalik kemajuan teknologi? Dan seperti itulah jawaban dari mahasiswa FKT UGM.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s